Aku Tetap Lapar

Tulisan seorang perempuan (sebagaimana dicatat John Stott):

Saya kelaparan, dan anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan.
Saya terpenjara, dan anda menyelinap ke kapel anda untuk berdoa bagi kebebasan saya.
Saya telanjang, dan anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya.
Saya sakit, dan anda berlutut dan menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan anda.
Saya tak mempunyai tempat berteduh, dan anda berkhotbah kepada saya tentang kasih Allah sebagai tempat berteduh spiritual.
Saya kesepian, dan anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa bagi saya.
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat dengan Allah,
Tapi saya tetap amat lapar – dan kesepian – dan kedinginan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s