Matius 5:14-16 “Bangkit dan Bersinarlah”

Yoh. 1:4-5 berkata bahwa terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak menguasainya.

Sementara itu, dalam Yoh. 8:12 dikatakan Yesus adalah terang dunia; barangsiapa yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. Terang kita adalah karena mengikut Yesus, terang kita bukan berasal dari diri kita tapi dari luar diri kita yaitu Yesus. Kita awalnya adalah gelap, tetapi terang Yesus telah datang kepada kita dan membuat  kita menjadi terang.

Ini status yang baru. Kita “adalah”, bukan “menjadi/supaya” terang (to; fw`” tou` kovsmou). Kita adalah, artinya tidak ada satu aspek dalam hidup kita yang pada waktu tertentu bukan terang. Semua aspek keberadaan kita berisikan terang. Kita tak dapat pada hal tertentu menjadi gelap, di sisi lain menjadi terang. Di hadapan jemaat Tuhan saat melayani jemaat menjadi terang, di belakang jemaat menjadi gelap. Di hadapan jemaat berlaku ramah dan manis, bersama teman2 mengeluarkan kata-kata kotor tidak masalah. Tampaknya  hidup kudus, tapi sebenarnya tidak. Di hadapan dosen berlaku sopan, di belakang malah menghujatnya. Nah, ini salah praktik (ini malpraktik). Integritas menjadi hilang. Kita adalah terang.

  1. Kenapa perlu terang?

Alkitab berkata “kita adalah terang dunia”: kita adalah yang menerangi dunia. Kenapa dunia perlu diterangi? Karena dunia berada dalam kegelapan. Kegelapan apa? Luk. 12:56 mengajak kita untuk “dapat menilai zaman”. Itu sama artinya menilai kegelapan dunia ini. Mat. 16:3 menyerukan supaya kita “tahu membedakan tanda-tanda zaman”.

Dunia sedang berjalan di dalam kegelapan. 1 Yoh. 5:9 berkata, “seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” Karena itu, dalam setiap segi, pengaruh dan kuasa Iblis masuk, kepada kita secara pribadi maupun kolektif. Secara ekonomi dunia dikuasai oleh para korporatokrasi melalui pembodohan data-data ekonometri yang menguntungkan para korporasi besar dan yang kemudian menguasai negara-negara kecil dan berkembang melalui eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam, gembar-gembor persaingan bebas yang mematikan UKM serta pinjaman-pinjaman lunak tapi mematikan (bnd. Buku John Perkins, An Economic Hit Man). Secara politik negara kita berada di masa pemerintahan yang tak dapat dikontrol oleh DPR yang tidak lagi menjadi wakil rakyat, tapi wakil sekretariat gabungan, penuh dengan korupsi yang sebagian besar kini tampak oleh kader partai penguasa. Secara sosial, terjadi sosialisasi yang besar dalam hal budaya. Budaya asing dengan cepat tertransfer lewat televisi, internet termasuk facebook, dan media informasi lain sehingga rakyat menjadi individualis, konsumeris dan hedonis. Belum lagi secara pendidikan, dimana kejahatan anggaran 20% dan kecurangan-kecurangan terjadi. Gaji guru semakin naik, sertifikasi dilakukan. Tapi hasilnya hanyalah merupakan standar-standar kuantitatif, tapi tidak secara kualitas. Masih banyak sekali contoh yang bisa diambil di mana kita juga sering terhisap ke dalamnya.

Terang perlu karena dunia telah gelap, karena pengaruh Iblis datang dan menguasai.

  1. Karena kita adalah terang, yang kita perlukan adalah meletakkan pelita itu di atas kaki dian. Memaksimalkan terang itu di depan semua orang. Terang itu haruslah terlihat. Pertama-tama, kita tidak boleh membiarkan terang itu redup oleh kegelapan dunia. Artinya, kita harus membebaskan diri dahulu dari pengaruh dunia yang gelap. Dengan menilai zaman ini, kita akan menyadari setiap aspek kegelapan dunia dan melihat gambaran itu dalam diri kita, apakah telah terlalu banyak kegelapan menguasai kita atau tidak. Terang harus membebaskan diri dari gelap. Cara satu-satunya adalah membiarkan terang itu bersinar. Terang itu tak dapat bertahan menunggu kegelapan itu pergi. Terang itu harus mengusir kegelapan. Karenanya, bebaskanlah dirimu dari kegelapan yang menghantuimu. Kegelapan itu bisa berupa kekeringan rohani, jauh dari Tuhan, pengaruh-pengaruh dunia dan kemunafikan diri. Bebaskan diri dari pengaruh teknologi yang membuatmu tak tidur satu malaman karena game Poker dan facebook. Bebaskan diri dari kemalasan, kebodohan dan tak mau belajar. Bebaskan diri dari ketidakteraturan dan kualitas intrapersonal yang dangkal.
  2. Bagaimana bisa terang kita bersinar? Membiarkan terang bersinar berarti membiarkan orang melihat pekerjaan kita. Pamer perbuatan baik. Supaya kerajaan Allah tampak dan orang memuliakan Allah. Salahkah pamer? Tidak, tapi jangan untuk kemuliaan diri, tapi kemuliaan Bapa. Mulailah berbuat baik. Tidak perlu memikirkan diri untuk mengubah dunia ini sekaligus. Ubahkan diri dan lakukan perbuatan-perbuatan kecil.  Mulailah dari karunia yang Tuhan berikan padamu.

Tak perlu merasa rendah diri seolah pada dirimu tak ada sesuatu yang berharga. Bahkan orang lumpuh seperti Nick V. dari Australia itu bisa menjadi terang. Bahkan Michael Oher yang bodoh dan anak pelacur bisa menjadi pemain futbal terkenal. Ben Carson, seorang negro yang bodoh, yatim dan miskin bisa menjadi seorang neurosaintis dan menolong orang lewat operasi-operasi otak. Masih banyak contoh lain.

Pada intinya saudara-saudara, terang bukan untuk disimpan. Selalu ada bagian diri yang dapat menyinarkan terangmu itu. Bangkitlah dari keterhisapanmu di tengah dunia. Sebab kematian Kristus bukanlah hal yang ideal dan akhir dari segalanya. Kematian Yesus disusul dengan kebangkitan dan kemenangan. Penderitaan hanyalah awal demi kejayaan. Ingatlah terang adalah dirimu. Terang selalu menerangi dalam suatu konteks tertentu. Perubahan selalu datang dari lokalitas komunitas. Menerangi konteksmu itulah panggilan bagi kita. Bangkit dan Bersinarlah!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s