Selamat Mengampuni

Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus, “Guru, harus berapa kali kita mengampuni?” Tuhan Yesus menjawab “tujuh puluh kali tujuh kali”. Jawaban Tuhan Yesus sebenarnya tidak menunjuk pada angka tertentu sebab itu angka yang terbuka. Itu artinya setiap saat harus mengampuni. Memang mengampuni tidak mudah, sebab di dalam hati ego berkata, “dia harus diberi pelajaran! segampang itu aku mengampuni orang yang telah menyakiti hatiku? Tidak akan!” Kadang-kadang justru yang terdengar adalah “kalau kau baik, aku lebih baik samamu. kalau kau jahat, aku lebih jahat padamu.” Hmm… memang dilukai itu menyakitkan. Hati tergores, akhirnya segala aktivitas bisa dipengaruhi.
Bagaimanapun, setiap kita berjumpa dengan orang lain, dimana ada kontak interelasi, saat itu kemungkinan dilukai juga ada. Kalau tak mau dilukai, maka tinggallah dalam dunia sendiri. Dan itu pun tidak mungkin.
Kerentanan manusia untuk terluka dan melukai benar-benar mengajarkan bahwa solusi utama bukanlah membalas dendam, sebab pembalasan dendam akan menimbulkan dendam yang baru. Sementara pembalasan dendam adalah hak Allah, maka dengan membalas dendam, kita mengambil hak Allah. Bahkan akibatnya lebih parah: kita juga tak akan diampuni oleh Bapa. Doa Bapa Kami menyatakan “Ampunilah kami seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Tak mengampuni, tak diampuni. Tuhan Yesus menawarkan hal yang berbeda yaitu “MENGAMPUNI”. Selamat mengampuni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s