Yohanes 6:2

Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus, bukan karena benar-benar mengikuti Dia, tetapi karena melihat mujizat-mujizat penyembuhan. Saya berpikir, bagaimana jika tak ada mujizat? bagaimana kalau doa-doa tak dijawab sehingga orang sakit tetap sakit, orang miskin tetap miskin. Jika tak ada mujizat, tampaknya orang-orang seperti inilah yang paling cepat menggerutu pada Tuhan dan mempertanyakan kuasa-Nya.

Sebenarnya apakah beriman yang teguh itu: beriman dengan mujizat atau tanpa mujizat? Habakuk 3:17-18 berkata “sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ternyata, beriman itu bukanlah “supaya” atau “karena” ada mujizat, tetapi “sekalipun”. Sekalipun kondisi hidup seperti Hab. 3:17 tersebut, sekalipun tak ada mujizat, tetap beriman.

Tampaknya, inilah yang disebutkan oleh seseorang dari abad ke-14 yaitu
Thomas a Kempis: “Belakangan ini… pengikut Kristus banyak yang ingin mendapat penghiburan, tetapi sedikit yang siap menghadapi cobaan-cobaan hidup; semua orang mau bergembira bersama Kristus tetapi hanya sedikit orang yang rela menderita demi Dia.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s