Kapan dan Dimana Sahabat

“Sahabat”

Sebutlah bersamaku, perlahan dan halus,

Pejamkan matamu, biarkan pikiran sejenak menerawang,

Akan terpampanglah wajah dan nama

Engkau menyebutnya “sahabat”

 

Engkau menggali kenangan,

bukan tentang hasrat kasar, tapi tentang kapan dan dimana aku.

Tentang kapan aku bersamamu,

engkau berkata “sahabat itu kapanpun”, entah suka atau duka.

Tentang dimana aku bersamamu,

engkau berkata “sahabat itu dimanapun”, jauh atau dekat.

 

Sebab, dapatkah disebut sahabat,

jika aku datang dengan nafsu beringas dan menghujammu dengan pedang nista?

jika aku datang hanya kala suka membahana.

jika hasratku hanya soal “butuhku dan demiku”

jika egoku bertindak curang menyindir “aku lebih daripadamu”?

Akukah sahabat manakala aku memaksa “harus metodeku”?

Kita bukan sahabat berkompetisi kalah mengalahkan,

walau berbeda itu tak dapat dihindari.

 

Kapan dan dimanakah sahabat?

Kala jiwaku berpadu dengan jiwamu,

dalam bentangan waktu dan jarak apapun.

Jiwakulah jiwamu.

 

Sebagaimana hatimulah hatiku,

yang terisi dan mengisi kasih Bapa,

yang terikat dan mengikat dalam doa,

yang terukir dan mengukir dari harapan.

Kamulah sahabat karena kasihmu tak kenal waktu dan tempat.

Sungguh, aku sepakat denganmu,

Walau kadang sepakat itu berarti sepakat untuk tidak sepakat.

 

Wajahmu terukir lagi dalam anganku,

Tentang kapan dan dimana itu pun aku berkali-kali gagal.

Tapi itu jugalah sahabat,

Menerima kegagalanku bersahabat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s